“AKUNTANSI KOMPARATIF AMERIKA & ASIA”
Nama :
Rere Tresha
NPM : 27213418
Kelas : 4EB19
Tugas : SOFTSKILL
Kelas : 4EB19
Tugas : SOFTSKILL
Tema :
Akuntansi Komparatif Amerika dan Asia
Nama
Jurnal : Jurnal Riset
Bisnis dan Manajemen
Volume
/ Halaman : Vol.2 ,No.3 / 87-104
Nama Penulis : Yulein Rahamis
Judul
Jurnal : Analisis Komparasi Kinerja Pasar Modal Di
Indonesia, Hongkong, China, Inggris Dan Amerika
Tanggal
Jurnal : 2014
Tujuan Penelitian :
Untuk mengetahui bagaimana kinerja dan hungan korelasi pasar modal domestik
dengan pasar modal lainnya yang ada di Amerika dan Eropa serta negara Asia
lainnya serta diharapkan mampu menjelaskan perkembangan kinerja dan hubungan
pasar modal domestik dibanding dengan pasar modal asing.
Metode Penelitian : - Jenis penelitian ini
adalah penelitian komparatif. Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia
(IDX), Shenyang Commercial City, Hongkong Stock Exchange, London Stock Exchange
dan Nasdaq Composite. Waktu penelitian bulan Januari 2013 – Maret 2013.
- Metode yang digunakan adalah riset
kepustakaan (library research) tehnik pengambilan data adalah dokumenter yaitu dengan cara mengunduh di http://finance.yahoo.com/.
- Pengumpulan data didasarkan pada
indeks harga saham yang tutup perhari selama bulan Januari 2013 – Maret 2013
Hasil
Penelitian :
1. Pengujian
Pada IHSG
Hasil analisis menunjukan tingkat signifikan 0.00 artinya
hipotesa diterima atau ada perbedaan yang signifikan pada kinerja Pasar Modal
Indonesia, Pasar Modal China, Pasar Modal Inggris, dan Pasar Modal Amerika
dilihat dari indikator IHSG, sebab tingkat signifikan lebih kecil dari pada
tingkat signifikan yang ditentukan yaitu 0.05
2. Uji Hubungan
IHSG antara Pasar Modal
Data olahan menggunakan bantuan software program SPSS versi 18 for windows maka diperoleh Uji
Correlation Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) antar Pasar Modal sebagai
berikut
- Pasar modal Indonesia dan Pasar Modal Negara-negara berkembang seperti Hongkong, China memilki tingkat korelasi yang sangat lemah.
- Pasar Modal Indonesia dan Pasar modal dari Negara-negara yang sudah berkembang seperti Inggris dan Amerika memilki tingkat korelasi yang sangat kuat.
3. Pengujian Pada
Return Market
Analisis menujukan tingkat signifikan 0.940 artinya hipotesa
ditolak atau tidak ada perbedaan kinerja Pasar Modal Indonesia, Pasar Modal China, Pasar Modal
Inggris, dan Pasar Modal Amerika dilihat dari indikator Return Market. Sebab
tingkat signifikan 0.197 lebih besar dari tingkat signifikan yang ditentukan
yaitu 0.05
- Pasar Modal Hongkong terhadap Pasar Modal Indonesia pada angka -0.400 dengan begitu dapat disimpulkan bahwa memiliki korelasi yang sangat lemah.
- Pasar Modal China terhadap pasar modal Indonesia berada pada angka -0.36 dengan begitu dapat disimpulkan bahwa memiliki korelasi yang sangat lemah
- Pasar Modal Inggris terhadap pasar modal Indonesia dinilai berada pada angka 0.757 dengan begitu dapat disimpulkan bahwa memiliki korelasi yang kuat.
- Pasar Modal Amerika terhadap pasar modal Indonesia dinilai berada pada angka 0.624 dengan begitu dapat disimpulkan bahwa memiliki korelasi yang kuat.
Kesimpulan : Hasil penelitian, dapat
disimpulkan bahwa: (1) Dengan menggunakan Uji Beda Anova diukur melalui IHSG
pasar modal Indonesia, China, Hogkong, Inggris dan Amerika sinifikan artinya
ada perbedaan kinerja pasar modal. (2) Dengan menggunakan Uji Beda Anova,
diukur Return Market Pasar modal Indonesia, China, Hongkong, Inggris da
Amerika,tidak signifikan artinya tidak ada perbedaan kinerja.
Pendapat
Saya : Berdasarkan
penjelasan tersebut, menurut saya antara pasar modal hongkong dan pasar modal
china memiliki nilai korelasi yang lemah terhadap pasar modal indonesia ,
seharusnya pemerintahan diindonesia harus lebih bisa meyakinkan pihak-pihak
luar agar terciptanya sebuah nilai komparatif yang sangat kuat , sehingga
nantinya indonesia akan menjadi negara yang maju.
SUMBER
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar