TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR BISNIS
“Strategi
Pemasaran dan Peduli Lingkungan
PT Unilever Indonesia,Tbk”

Kelas 1EB23
Nama Anggota Kelompok :
- Indri Astuti (23215366)
- Juwanyar
Putri Ihsantanti (23215642)
- Rinaldi
Septiantoro (26215012)
- Rere Tresha (27213418)
- Sri Agustina (26215664)
- Uswatun
Hasanah (26215988)
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Strategi Pemasaran dan Peduli
Lingkungan PT Unilever Indonesia,Tbk”. Penulisan makalah merupakan salah satu tugas kelompok yang diberikan dalam
mata kuliah Pengantar Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
Dalam penulisan
makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik
dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah.
Bekasi,
November 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
.....................................................................................
i
Daftar Isi ........................................................................................... ii
Bab
I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang ………………….......................................
1
1.2 Tujuan ……………….….……………………………….… 3
Bab II : Strategi
Pemasaran dan Peduli Lingkungan
PT Unilever Indonesia,Tbk
2.1 Strategi Pemasaran …………........................................ 4
2.2 Peduli Lingkungan …………....................................... 6
Bab III : Penutup
3.1 Kesimpulan ……………………………………………. 11
Daftar Pustaka ……………………………………………………. 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam PT. Unilever
Indonesia,Tbk promosi yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik.
Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT.
Unilever Indonesia,Tbk tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak
juga melalui media cetak, sponsorship,
mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT. Unilever Indonesia,Tbk seperti
Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dll. Karena jika promosi yang
dilakukanhanya melalui media elektronik maka PT. Unilever Indonesia,Tbk tidak
mendapatkan keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari
berbagai kalangan dan tingkatan sosialyang
beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat semua kalangan
maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat.
Makna dari iklan yang ditawarkan oleh
perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan, karena iklan adalah
salah satu cara promosiyang bisa dilakukan
oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal. Selain
melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga
menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang
dapat menarik perhatian pelanggan. Kupon belanja gratis produk
unilever adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh Unilever,
selain itu diskon-diskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian
pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah.
Iklan itu
sendiri adalah kandungan utama
dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media
bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan
memandangnya hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan
ini merupakan bagian dari
bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (PublicRelations),
promosi penjualan, dan penjualan personal. Peranan merek produk juga
sangatberperan penting, karena merek merupakan simbol dari sebuah produk
yang dipasarkan.Bahkan dalam satu perusahaan
terdapat berbagai macam merek yang berbeda-beda. Pemasaran
berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program promosi
yangdilakukan Unilever, promosi inter-personal langsung ke pelanggan juga
dilakukan oleh
Unilever dengan memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada
pelanggan setia pengguna produk Unilever. Dengan program pemasaran ini
diharapkan Unilever dapatmencakup pangsa pasar yang luas di pasar
konsumen Indonesia.
Dalam pemasaran global, eksistensi perusahaan
diperlukan dalam mengembangkan idepemikiran, baik dalam cakupan
nasional maupun internasional.Dalam hal
ini khususnyaperusahaan Unilever harus bisa membuat sebuah grand
design mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut sebuah keajaiban-keajaiban
dalam mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever
selain memantau jalannya proses globalisasi dari parapesaing. Mutlak
adanya selalu diadakan apa yang disebut denganinovation
treatment dalamsetiap sesi langkah-langkah perusahaan.
Oleh karena itu pertanyaan lain
dapat muncul seketika mengapa promosi perlu diadakan,jawabannya tentu
saja iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu
tujuanpengembangan mutu perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan
konsumen dalam halini adalah sasaran global yang diadakan dan dibuat dari
grand design tersebut, oleh karena itusebuah perusahaan unilever
dapat bersaing dengan para pesaingnya baik dari dunia asing maupun pesaing-pesaing
unggulan dalam negeri. Unilever juga terus mempelajari
kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi danaktivasi
produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian
dari strategi perusahaan untuk
dapat mempertahankan dan meningkatkan
kepercayaan konsumen terhadap brand-brand Unilever.
Komunikasi yang disampaikan melalui
iklan di berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung
mengenai sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT.
Unilever Indonesia,Tbk akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik
pada konsumennya, antara lain: branding, design,
technical printing,dan merchandising. Sehingga dengan cepat hal
tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan
oleh PT. Unilever Indonesia,Tbk
1.2 Tujuan
1.
Untuk mengetahui bagaimana
cara pemasaran PT Unilever Indonesia,Tbk
2.
Untuk mengetahui bagaimana
kepedulian lingkungan yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia,Tbk
BAB II
STRATEGI
PEMASARAN DAN PEDULI LINGKUNGAN
PT UNILEVER
INDONESIA,TBK
2.1 Strategi
Pemasaran PT Unilever Indonesia,Tbk
Seperti kita ketahui,
Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi, kesehatan
dan perawatan pribadi sehari-hari dengan produk-produk yang membuat
para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan.
Di dalam menghadapi
persaingan antar perusahan, PT. Unilever Indonesia,Tbk. memiliki strategi-strategi dalam menghadapi
persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain:
A. Kepemimpinan
harga rendah
Dengan
menjaga harga yang rendah dan rak-rak diisi dengan baik menggunakan sistim
pengisian kembali persediaan yang melegenda, wal-mart menjadi pemimpin bisnis
eceran di amerika serikat. Sistem mili wal-mart mengirimkan pesanan atas barang
dagang baru secara langsung kepada pemasok ketika pelanggan membayar pembelian
mereka pada kasir.terminal titik pejualan mencatat kode barang setiap barang
yang melewati kasir dan mengirimkan transaksi pembelian langsung kepada
komputer pusat wal-mart. Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko wai-mart
dan mengirimkannya ke pemasok. Pemasok juga dapat mengakses daa penjualan dan
persediaan wal-mart menggunakan teknologi web. Sistem ini mampu membuat
wal-mart mempertahankan biaya rendah sembari menyesuaikan persediaannya untuk
memenuhi permintaan pelanggan.
B. Diferensiasi
Produk
Produk Unilever terus
memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap
mempertahankan kualitas produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet,
botol kecil dan masih banyak lagi kemasannya.
C.
Berfokus pada peluang pasar
Produk
Unilever menggunakan sistem informasi pelanggan yang beda dengan yang lain,
produk masuk kedalam pasar dengan cara mempromosikan barang-barangnya dengan
cara terjun langsung ke masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real,
misalnya dengan diadakannya perlombaan-perlombaan kepada masyarakat
perbandingan antara produk Unilever dengan produk-produk pesaing lainnya.
D.
Menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok
Menggunakan
sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap
jadwal produksi.dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan
kapan mengirim pasokan kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan Tanya
jawab kepada para konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen
mengeluh.
Pendekatan penjualan dan
promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan menerapkan
pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu.
Unilever sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki
pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini
dilakukan agar setiap negara dapat
membeli produk yang sesuai dengan keinginan dan kebiasaan mengkonsumsi produk
yang sangat erat hubungannya dengan cita rasa negaranya.Unilever telah
membuka cabang perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh masyarakat
indonesia dan bisa mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever
membuat produk yang sesuai dengan cita rasa Indonesia seperi
kecap Bango. Kecap merupakan makanan yang terbuat dari kacang
kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yangkhas dari Indonesia.Untuk itu Unilever membuat produk kecap bango untuk
di konsumsi masyarakat Indonesia.Walau kecap bango bukan produk asli
buatan unilever namun nama Unilever lebih terkenal karena kecap bango
sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh Unilever. Terlebih
iklan yang ditampilkan di media tentang produk kecap bango sangat
mencerminkan negara Indonesia. Dengan
model-model yang berasal dari Indonesia, ini akan lebih membangun image
Unilever dimata konsumen di Indonesia. Konsumen akan mempunyai keinginan untuk membeli
produk kecap bango karena terkesan melihat iklan yang ditampilkan tersebut.
Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli merek tersebut namun setidaknya
produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.
Oleh karena itu, kualitas
sangat penting dalam pembuatan produk. Karena walaupun promosi yang dilakukan
perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan maka promosi yang dilakukan bisa
dibilang sia-sia saja.
Pelestarian lingkungan merupakan elemen kunci
dari strategi bisnis dan visi "Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik
Setiap Hari" seperti yang juga tercermin pada Unilever Sustainable Living
Plan untuk melipat gandakan bisnis. Sejalan dengan Unilever yang memiliki tujuan
besar,kami juga bekerja untuk mengurangi gas rumah kaca, limbah, dan dampak pada
air. Kami telah membuat dan melaksanakan program yang berkelanjutan di
pabrik-pabrik Unilever Indonesia dan masyarakatyang ada di 10 kota besar
dari 4 pulau besar (Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi).
Sebuah program berbasis masyarakat, Unilever
Green and Clean di mulai pada tahun 2001 dengan tujuan untuk memberdayakan
masyarakat dalam penanganan limbah domestik melalui pemilahan sampah, pembuatan
kompos dan kegiatan penghijauan. Pada tahun 2008, Unilever Indonesia
meluncurkan kampanye lingkungan proaktif dan gerakan untuk mengurangi pemanasan
global di tingkat masyarakat. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menciptakan
sebuah gerakan bersama serta mengedukasi masyarakat sehingga turut
serta bertanggung jawab untuk mengurangi dampak gas rumah kaca. Hal
ini juga mendorong lahirnya program Bank Sampah dan Trashion.
Pada tahun 2009, kampanye konservasi air
dimulai melalui inovasi Molto UltraSekali Bilas dimana konsumen dapat membilas
pakaian mereka hanya satu kali setelah mencuci.
1. Gas Rumah Kaca (GRK)
“Mengurangi emisi gas rumah kaca di masyarakat”
Sejak 2008, Unilever Indonesia telah secara proaktif mendidik
dan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye lingkungan dan gerakan
untuk mengurangi pemanasan global. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk
menciptakan sebuah gerakanmasyarakattentang dampak gas rumah kaca mereka
sehingga mereka dapat mengambil tindakanpencegahan.
Melalui Green Initiative Forum (GIF), kami melakukan Green
Festival, sebuah kampanye yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang
bagaimana mereka dapat mengambil tindakan untuk mengurangi jejak karbon mereka,
melalui pameran dan area pengalaman, serta talk show dan pertunjukan. Forum ini
telah menjangkau 200.000 orang.
Melalui program Unilever Indonesia Volunteer, kami
jugamengundang semua karyawan untuk berpartisipasi dalam tindakan sederhana
namun berdampak untuk mengurangi emisi melalui kegiatan penanaman pohon. Kami telah
aktif terlibat dalam pergerakan Indonesia untuk penanaman pohon di wilayah
kerja Unilever dan juga beragam area di Indonesia.Pada tahun 2009, kami
menanam lebih dari 15.000 pohon untuk merayakan HUT ke-75 kami.
Selanjutnya, pada 2010 kita bekerjasama dengan Green Radio dan
mengadopsi kawasan hutan khusus di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, di mana
kita telah menanam 5.000 pohon. Program penanaman pohon akan terus
dijalankan dimasa depan. Sementara di 2011, kami juga telah berhasil
ditanam5000 pohon dengan WWF.
Secara keseluruhan, upaya kami telah menghasilkan sekitar
500.000 pohon yang ditanam di bawah program Unilever Indonesia Volunteer.
2. Sampah
“Mengurangi sampah di Masyarakat”
Sebagai bagian dari program lingkungan Unilever Indonesia
Foundation, kami memulai program berbasis masyarakat, Unilever Green and Clean,
tahun 2001. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam penanganan
limbah domestik dengan melalui pemilahan sampah, pembuatan kompos dan kegiatan
penghijauan.
Program ini memiliki manfaat lebih dari 6 juta orang Indonesia.
Dampak dari proyek ini adalah 8-10% pengurangan limbah di setiap kota dimana
program ini dilaksanakan.
Sejak tahun 2001 sampai 2011, kita sudahmenjangkau sepuluh kota
besar di Indonesia terletak di pulau besar; Surabaya, Jakarta, Yogyakarta,
Makassar, Medan, Bandung, Banjarmasin, Balikpapan, Manado dan Denpasar.
Untuk mempertahankan program ini, kami memiliki penggerak
lingkungan yang bertindak sebagai agen perubahan. Kami telah menyediakan mereka
pelatihan dalam kepemimpinan pengelolaan sampah. Pada akhir 2011, jumlah
penggerak atau kader telah mencapai 150.000, dibandingkan dengan
hanya 2 orang ketika program pertama kali dimulai di Surabaya pada 2001.
Inisiatif lain utama kami diimplementasikan di bawah pilar
Litterbug program berfokus pada Trashion (Trashdan Fashion) Program dan
inisiatif Bank Sampah. Litterbug adalah program yang bertujuan untuk mengurangi
dampak dari limbah pasca Unilever konsumen fleksibel kemasan.
Melalui program Trashion, kami telah mengumpulkan kita hingga
300.000 kg sampah. Program ini dimulai untuk mengatasi sampah kemasan produk
yang telah dikonsumsi dengan meningkatkan nilai dari kemasan sampah plastik
sekaligus memberdayakan perempuan Indonesia untuk menjadi pengusaha sampah
kemasan.
Kami telah mengembangkan 40 Bank Sampah yang berhasil
memproses lebih dari 160.000 kg sampah.Mulai 2010 dan seterusnya, kami
memanfaatkan sistem dengan membentuk koperasi untuk mengelola Bank Sampah. 20
Bank Sampah sudah berubah menjadi unit bisnis sebagai koperasi dengan struktur
organisasi yang tepat dan juga mekanik
administrasi yang akan menguntungkan 2000 anggota serta memberikan solusi yang
berkelanjutan bagi masyarakat.
Program Bank Sampah secara intensif dioperasikan di Jakarta dan
Surabaya. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk mengumpulkan sampah
anorganik mereka dan menjualnya untukkemudian memilikiuang di Bank
Sampah.Hingga saat ini Unilever Indonesia membina 390 Bank Sampah.
3. Air
“Mengurangi
penggunaan air dalam proses mencuci pakaian”
Inovasi dalam Molto Ultra Sekali Bilas
memungkinkan konsumen untuk membilas pakaian mereka hanya satu kali
setelah mencuci. Kampanye konservasi air dimulai pada 2009 bekerja sama dengan
Yayasan Unilever Indonesia melalui program lingkungan berbasis
masyarakat.
Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat
dalam mengurangi konsumsi air rumah tangga melalui 3 kegiatan dasar:
·
Mengurangi konsumsi air dengan mendorong
konsumen untuk mencuci sekali bilas dari yang biasanya tiga kali bilas
·
Penggunaan kembali air bekas pakai untuk
kegiatan rumah tangga lainnya seperti membersihkan lantai dan mencuci mobil
·
Efektif dan efisien penggunaan konsumsi rumah
tangga air untuk mencegah kekurangan air dalam waktu dekat.
Program ini telah diluncurkan di lima kota di
seluruh Indonesia. Lebih dari 80.000 penggerak lingkungan di
masyarakat dilatih sebagai Penyelamat Air untuk mempromosikan kampanye
hemat air.
4.
Kemitraan
Yayasan Unilever Indonesia selalu mengutamakan
pendekatan 3600 di mana kita selalu
terlibat dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan kita mencapai
target tujuan kami.
Untuk gas rumah kaca, sampah dan program
penghematan air berbasis masyarakat dalam program Unilever Green and
Clean, kami bekerja dengan pemerintah daerah dan Asosiasi Perempuan
Indonesia (PKK) sebagai mitra kami untuk menjamin keberlangsungan konservasi
air dan perilaku ramah lingkungan dalam masyarakat, LSM lokal seperti Yayasan
Peduli Negri (YPN) dan media lokal sebagai koran Fajar di Makassar, untuk
menciptakan juara lingkungan, agen perubahan untuk aktivasi di daerah
mereka.
Untuk Green Festival, Unilever Indonesia
memprakarsai kolaborasi dengan tiga media Indonesia - Harian Kompas, MetroTV,
Radio Female - dan perusahaan lain, seperti Perusahaan Minyak dan Gas Negara,
PT Pertamina,Kemitraan ini berkembang lebih besar di tahun-tahun berikut dan
melibatkan perusahaan lain seperti National Panasonic, Aqua Danone. Kemitraan
ini kemudian dinamai sebagai Green Initiative Forum (GIF). Yang meluncurkan
Green Festival sebagai acara tahunan dimulai pada 2008 sampai 2010 di mana kami
berhasil menjangkau sekitar 50.000 orang setiap tahun.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Di dalam menghadapi persaingan antar perusahan,
PT. Unilever Indonesia,Tbk. memiliki
strategi-strategi dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan,
strategi itu antara lain: Kepemimpinan harga rendah, diferensiasi produk,
berfokus pada peluang pasar, dan menguatkan keakraban pelanggan dan
pemasok. Adapun berbagai cara yang
dilakukan PT Unilever Indonesia,Tbk dalam hal peduli lingkungan, diantaranya :
Gas rumah kaca (GRK), Sampah, Air, dan Kemitraan.
Daftar
Pustaka
http://www.unilever.co.id/id/aboutus/yayasanunileverindonesia/programlingkungan/
(diakses pada 18 November 2015, Pukul 17:38 WIB )
http://tugaskelompokunilever.blogspot.co.id/ (Diakses pada 13 November 2015, Pukul 14:30
WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar