Tugas ke 3 Softskill Mata Kuliah
Pengantar Bisnis
“Cara Pemasaran pada Perusahaan Go
Public”

Nama : Rere Tresha
Npm : 27213418
Kelas : 3EB19
Dosen : Bu Annisa
Universitas Gunadarma
2015/2016
Strategi Pemasaran Jasa Marga,Tbk

Traffic Information Center, yang juga
berfungsi sebagai Call Center, menyediakan informasi tentang kondisi lalu
lintas jalan tol.
Untuk mencapai tujuan usaha Perusahaan, Jasa Marga
mengembangkan strategi usaha yang dijabarkan secara rinci ke dalam bidang-bidang
usaha sebagai berikut:
Ø Bidang Operasional
Strategi usaha yang dianut Jasa Marga di bidang operasional
bertujuan untuk meningkatkan mutu maupun efisiensi pelayanan jalan tol, dalam
rangka terus meningkatkan serta memperlancar arus kendaraan yang melintas di
setiap ruas Jalan Tol Jasa Marga. Hal ini
diupayakan antara lain melalui penerapan teknologi terkini yang dapat menunjang pengoperasian jalan tol secara lebih lancar, aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol.
diupayakan antara lain melalui penerapan teknologi terkini yang dapat menunjang pengoperasian jalan tol secara lebih lancar, aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol.
Ø Bidang
pelayanan lalu lintas
misalnya penggunaan sistem kamera closed-circuit television
(CCTV) di lokasi tertentu sepanjang ruas jalan tol, memudahkan pemantauan
kelancaran arus lalu lintas di setiap jalan tol yang dilakukan dari pusat pengendali informasi lalu lintas atau Traffic Information Center (TIC). Pengoperasian TIC memungkinkan
penyebaran informasi secara cepat dan akurat kepada unit-unit pelayanan Jasa Marga, baik itu berupa informasi mengenai tingkat kepadatan lalu lintas bagi pengguna jalan tol, atau untuk respon cepat tanggap terhadap gangguan jalan tol yang bersifat darurat. Dalam hal ini, Jasa Marga semakin memanfaatkan teknologi dalam melayani kebutuhan pengguna jalan tol akan informasi yang tepat dan terkini.
kelancaran arus lalu lintas di setiap jalan tol yang dilakukan dari pusat pengendali informasi lalu lintas atau Traffic Information Center (TIC). Pengoperasian TIC memungkinkan
penyebaran informasi secara cepat dan akurat kepada unit-unit pelayanan Jasa Marga, baik itu berupa informasi mengenai tingkat kepadatan lalu lintas bagi pengguna jalan tol, atau untuk respon cepat tanggap terhadap gangguan jalan tol yang bersifat darurat. Dalam hal ini, Jasa Marga semakin memanfaatkan teknologi dalam melayani kebutuhan pengguna jalan tol akan informasi yang tepat dan terkini.
Melalui peranan teknologi yang ditingkatkan
Jasa Marga juga telah mulai menerapkan sistem pembayaran
elektronik secara online, melalui e-Toll Card, yang secara bertahap akan
menggantikan penggunaan Kartu Tanda Masuk (KTM) manual. Selain itu, penerapan
sistem Gardu Tanpa Orang (GTO) terus dikembangkan, dalam upaya untuk
meningkatkan efisiensi operasional.
Seiring dengan peningkatan penerapan teknologi tersebut, Jasa
Marga juga telah membakukan Standar Operating Procedure (SOP) mengenai sistem
pelayanan jalan tol pada tahun 2008. SOP mencakup seluruh aspek pelayanan mulai
dari segi keamanan, kelancaran arus lalu lintas, dan perawatan serta
pemeliharaan jalan tol.
Terkait dengan upaya perawatan dan pemeliharaan jalan tol, Jasa Marga mengacu pada standar pelayanan minimal (SPM) Departemen Pekerjaan Umum RI yang berlaku bagi
pengoperasian jalan bebas hambatan. Sebagai contoh, standar tersebut mengharuskan pengelola jalan tol untuk memperbaiki setiap lubang di jalan tol yang diperkirakan dapat menghambat arus lalu lintas, dalam tempo 1x24 jam.
Terkait dengan upaya perawatan dan pemeliharaan jalan tol, Jasa Marga mengacu pada standar pelayanan minimal (SPM) Departemen Pekerjaan Umum RI yang berlaku bagi
pengoperasian jalan bebas hambatan. Sebagai contoh, standar tersebut mengharuskan pengelola jalan tol untuk memperbaiki setiap lubang di jalan tol yang diperkirakan dapat menghambat arus lalu lintas, dalam tempo 1x24 jam.

Kegiatan operasional di Gerbang Tol Taman
Mini Utama pada malam hari.
Ø Bidang
Pengembangan
Dalam hal pengembangan jalan tol baru, strategi usaha Jasa
Marga adalah pertama-tama mengidentifikasikan rute-rute yang dianggap potensial
baik dari segi volume lalu lintas maupun tingkat pengembalian investasi (IRR).
Prioritas pertama Jasa Marga diletakkan pada ruas-ruas jalan tol yang memiliki
IRR yang paling baik diantara beberapa pilihan pembangunan ruas jalan tol baru.

Pekerjaan konstruksi pembangunan Jalan Tol
Bogor Ring Road Seksi I.
Prioritas berikutnya diletakkan pada penyertaan Jasa Marga dalam pembangunan ruas-ruas jalan tol baru antar kota dan antar provinsi, yang dikembangkan bersama-sama mitra usaha, dimana Jasa Marga memiliki saham mayoritas. Sesuai Undang-Undang dan peraturan yang berlaku pengusahaan jalan tol merupakan suatu perusahaan khusus yang menangani ruas tol tersebut.
Jasa Marga juga menjadi operator jalan tol yang konsesinya dimiliki oleh perusahaan lain dan pengelolaannya dilakukan melalui kantor cabang operasional.
Dari segi pelaksanaan konstruksi pembangunan jalan tol, Jasa Marga menunjuk kontraktor pelaksana berdasarkan proses seleksi (tender) yang ketat dan transparan, dengan beberapa persyaratan pokok yang harus dipenuhi. Misalnya, Jasa Marga mengharuskan kontraktor menjamin mutu jalan tol yang dibangunnya untuk sekurang-kurangnya dua tahun sejak peresmian jalan tol bersangkutan.
Prioritas berikutnya diletakkan pada penyertaan Jasa Marga dalam pembangunan ruas-ruas jalan tol baru antar kota dan antar provinsi, yang dikembangkan bersama-sama mitra usaha, dimana Jasa Marga memiliki saham mayoritas. Sesuai Undang-Undang dan peraturan yang berlaku pengusahaan jalan tol merupakan suatu perusahaan khusus yang menangani ruas tol tersebut.
Jasa Marga juga menjadi operator jalan tol yang konsesinya dimiliki oleh perusahaan lain dan pengelolaannya dilakukan melalui kantor cabang operasional.
Dari segi pelaksanaan konstruksi pembangunan jalan tol, Jasa Marga menunjuk kontraktor pelaksana berdasarkan proses seleksi (tender) yang ketat dan transparan, dengan beberapa persyaratan pokok yang harus dipenuhi. Misalnya, Jasa Marga mengharuskan kontraktor menjamin mutu jalan tol yang dibangunnya untuk sekurang-kurangnya dua tahun sejak peresmian jalan tol bersangkutan.
Ø Bidang Keuangan
Di bidang keuangan, Strategi usaha Jasa Marga adalah
menggalang sumber dana yang paling efisien dari segi biaya dana, antara lain
melalui pinjaman bank, penerbitan surat hutang, penjualan saham Perseroan
selain juga mengandalkan arus kas dari hasil usaha sendiri.
Demi meningkatkan efisiensi keuangan, Jasa Marga terus mengupayakan sumber-sumber selain dari pendapatan tol. Hal ini antara lain diupayakan melalui pemanfaatan lahan lahan
jalan tol untuk berbagai kegiatan usaha seperti tempat peristirahatan, lokasi SPBU, penempatan ruang iklan serta jalur kabel serat optik telekomunikasi.
Dari segi efisiensi biaya dana, penarikan pinjaman jangka pendek (hutang bank) dilakukan saat masa pembangunan jalan tol, sementara re-financing dengan pinjaman jangka
panjang dilakukan setelah jalan tol beroperasi. Dengan demikian, Perseroan senantiasa memaksimalkan kekuatan keuangan perusahaan melalui perolehan pendanaan yang
paling efisien dari segi biaya.
Demi meningkatkan efisiensi keuangan, Jasa Marga terus mengupayakan sumber-sumber selain dari pendapatan tol. Hal ini antara lain diupayakan melalui pemanfaatan lahan lahan
jalan tol untuk berbagai kegiatan usaha seperti tempat peristirahatan, lokasi SPBU, penempatan ruang iklan serta jalur kabel serat optik telekomunikasi.
Dari segi efisiensi biaya dana, penarikan pinjaman jangka pendek (hutang bank) dilakukan saat masa pembangunan jalan tol, sementara re-financing dengan pinjaman jangka
panjang dilakukan setelah jalan tol beroperasi. Dengan demikian, Perseroan senantiasa memaksimalkan kekuatan keuangan perusahaan melalui perolehan pendanaan yang
paling efisien dari segi biaya.

Salah satu fasilitas Tempat Istirahat di
Jalan Tol Jasa Marga yang telah menghasilkan arus pendapatan baru bagi Jasa
Marga.
Ø Bidang Organisasi, SDM dan Lain-lain
Dalam bidang organisasi dan pengelolaan korporasi, Jasa Marga
akan menerapkan organisasi Kantor Pusat sebagai Investment Holding Company dan
Kantor Cabang/Perusahaan Anak sebagai SBU (strategic business unit)
operasional. Sistem
organisasi tersebut memberikan kewenangan yang lebih besar kepada kantor cabang sebagai salah satu strategi untuk menuju ke bentuk organisasi yang lebih modern. Hal ini memudahkan pencapaian sasaran-sasaran usaha di tingkat operasional, dan membebaskan Kantor Pusat untuk fokus pada pengembangan serta penerapan kebijakan usaha sesuai program kerja.
organisasi tersebut memberikan kewenangan yang lebih besar kepada kantor cabang sebagai salah satu strategi untuk menuju ke bentuk organisasi yang lebih modern. Hal ini memudahkan pencapaian sasaran-sasaran usaha di tingkat operasional, dan membebaskan Kantor Pusat untuk fokus pada pengembangan serta penerapan kebijakan usaha sesuai program kerja.
Pelaksanaan kebijakan Perusahaan serta standar baku mutu
operasional dilakukan oleh sumber daya manusia yang terlatih dan berpengalaman.
Untuk itu, Jasa Marga menumbuhkan budaya knowledge secara berkesinambungan,
menjadikan Perseroan sebagai organisasi yang tidak pernah berhenti belajar
(learning organization), dan mendayagunakan unit-unit operasional sebagai upaya
empowerment dalam rangka memastikan pertumbuhan jangka panjang yang
berkesinambungan.
Untuk menciptakan Competency Management dan Value Creation,
Jasa Marga menyelenggarakan pelatihan untuk calon pemimpin korporasi/manajerial
secara terstruktur dan berkesinambungan. Standar proses kerja dengan ISO 9000
ditetapkan di seluruh lini organisasi, di samping pelatihan/penyegaran terhadap
standar-standar proses kerja secara berkala/rutin.

Kegiatan pelatihan Strategic & Business
Leadership bertempat di Jasa Marga Development Center.
Sebagai bagian dari strategi pendayagunaan SDM, sistem
remunerasi senantiasa disetarakan dengan standar yang berlaku di industri (best
industry practice), selain
juga menyelaraskannya dengan kinerja usaha maupun kompetensi personil.
juga menyelaraskannya dengan kinerja usaha maupun kompetensi personil.
Dalam Bidang Manajemen Proses Bisnis, terutama dalam hal
Manajemen Kinerja Ekselen, Jasa Marga menerapkan kriteria Malcolm Baldridge
sebagai pedomannya. Selain itu, Manajemen Risiko diterapkan dengan melakukan
assessment dan tindak lindung risiko terhadap program-program bernilai tinggi,
dan secara bertahap mengembangkan sistem Enterprise Risk Management (ERM).
Manajemen Mutu dikembangkan melalui pembentukan budaya mutu 5Q
dengan kerangka dasar ISO 9001:2000, pengembangan sumberdaya mutu ISO 9001,
serta program
Pelayanan Prima yang secara bertahap terus dikembangkan menjadi sebuah sistem kendali mutu yang terpadu.
Pelayanan Prima yang secara bertahap terus dikembangkan menjadi sebuah sistem kendali mutu yang terpadu.
Dalam hal pelaksanaan pekerjaan karyawan, Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) tak luput dari perhatian Jasa Marga. Program K3 akan
terus dikampanyekan ke seluruh karyawan antara lain melalui upaya pembudayaan
Manajemen K3 yang dilakukan dengan mengadopsi pedoman yang tertuang dalam
sertifikat OHSAS 18001: 2007.
Jasa Marga melaksanakan CSR sebagai salah satu wujud
kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Kepedulian
Perusahaan tersebut dilakukan sejak awal proyek sampai dengan beroperasinya
jalan tol antara lain dengan melaksanakan AMDAL/Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan secara konsisten sejak jalan tol itu belum dibangun serta melakukan
kegiatan bantuan pendidikan, kesehatan, sosial serta program kemitraan secara
berkesinambungan pada saat jalan tol tersebut sudah beroperasi.
Di bidang teknologi, Jasa Marga mengaplikasikan Sistem
Teknologi Informasi (TI) sebagai bagian dari upaya memodernisasikan jalannya
operasional perusahaan. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan menjadi
perusahaan yang modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol.
Upaya modernisasi melalui teknologi informasi ini dilaksanakan melalui beberapa
tahapan, pertama-tama, melalui pembenahan Local Area
Network (LAN), kemudian lewat implementasi Wide Area Network (WAN) dan Entreprise Resources Planning (ERP) yang pelaksanaannya dimulai dari bidang Keuangan, SDM,
dan Supply Chain. Untuk pelaksanaan operasionalnya, tak tertutup kemungkinan TI dilaksanakan dengan memakai tenaga outsourcing.
Network (LAN), kemudian lewat implementasi Wide Area Network (WAN) dan Entreprise Resources Planning (ERP) yang pelaksanaannya dimulai dari bidang Keuangan, SDM,
dan Supply Chain. Untuk pelaksanaan operasionalnya, tak tertutup kemungkinan TI dilaksanakan dengan memakai tenaga outsourcing.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar