Senin, 23 November 2015

Tugas softskill 3 pengantar bisnis "Cara pemasaran perusahaan go publik"


Tugas ke 3 Softskill Mata Kuliah Pengantar Bisnis
“Cara Pemasaran pada Perusahaan Go Public”


Nama      : Rere Tresha
Npm        : 27213418
Kelas       : 3EB19
Dosen      : Bu Annisa




Universitas Gunadarma
2015/2016


Strategi Pemasaran Jasa Marga,Tbk

http://www.jasamarga.com/annual_report/ar2008/foto/10.jpg
Traffic Information Center, yang juga berfungsi sebagai Call Center, menyediakan informasi tentang kondisi lalu lintas jalan tol.
Untuk mencapai tujuan usaha Perusahaan, Jasa Marga mengembangkan strategi usaha yang dijabarkan secara rinci ke dalam bidang-bidang usaha sebagai berikut:
Ø Bidang Operasional
Strategi usaha yang dianut Jasa Marga di bidang operasional bertujuan untuk meningkatkan mutu maupun efisiensi pelayanan jalan tol, dalam rangka terus meningkatkan serta memperlancar arus kendaraan yang melintas di setiap ruas Jalan Tol Jasa Marga. Hal ini
diupayakan antara lain melalui penerapan teknologi terkini yang dapat menunjang pengoperasian jalan tol secara lebih lancar, aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol.
Ø Bidang pelayanan lalu lintas
misalnya penggunaan sistem kamera closed-circuit television (CCTV) di lokasi tertentu sepanjang ruas jalan tol, memudahkan pemantauan
kelancaran arus lalu lintas di setiap jalan tol yang dilakukan dari pusat pengendali informasi lalu lintas atau Traffic Information Center (TIC). Pengoperasian TIC memungkinkan
penyebaran informasi secara cepat dan akurat kepada unit-unit pelayanan Jasa Marga, baik itu berupa informasi mengenai tingkat kepadatan lalu lintas bagi pengguna jalan tol, atau untuk respon cepat tanggap terhadap gangguan jalan tol yang bersifat darurat. Dalam hal ini, Jasa Marga semakin memanfaatkan teknologi dalam melayani kebutuhan pengguna jalan tol akan informasi yang tepat dan terkini.


Melalui peranan teknologi yang ditingkatkan
Jasa Marga juga telah mulai menerapkan sistem pembayaran elektronik secara online, melalui e-Toll Card, yang secara bertahap akan menggantikan penggunaan Kartu Tanda Masuk (KTM) manual. Selain itu, penerapan sistem Gardu Tanpa Orang (GTO) terus dikembangkan, dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Seiring dengan peningkatan penerapan teknologi tersebut, Jasa Marga juga telah membakukan Standar Operating Procedure (SOP) mengenai sistem pelayanan jalan tol pada tahun 2008. SOP mencakup seluruh aspek pelayanan mulai dari segi keamanan, kelancaran arus lalu lintas, dan perawatan serta pemeliharaan jalan tol.
Terkait dengan upaya perawatan dan pemeliharaan jalan tol, Jasa Marga mengacu pada standar pelayanan minimal (SPM) Departemen Pekerjaan Umum RI yang berlaku bagi
pengoperasian jalan bebas hambatan. Sebagai contoh, standar tersebut mengharuskan pengelola jalan tol untuk memperbaiki setiap lubang di jalan tol yang diperkirakan dapat menghambat arus lalu lintas, dalam tempo 1x24 jam.
http://www.jasamarga.com/annual_report/ar2008/foto/11.jpg
Kegiatan operasional di Gerbang Tol Taman Mini Utama pada malam hari.
Ø Bidang Pengembangan
Dalam hal pengembangan jalan tol baru, strategi usaha Jasa Marga adalah pertama-tama mengidentifikasikan rute-rute yang dianggap potensial baik dari segi volume lalu lintas maupun tingkat pengembalian investasi (IRR). Prioritas pertama Jasa Marga diletakkan pada ruas-ruas jalan tol yang memiliki IRR yang paling baik diantara beberapa pilihan pembangunan ruas jalan tol baru.
http://www.jasamarga.com/annual_report/ar2008/foto/12.jpg
Pekerjaan konstruksi pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi I.

Prioritas berikutnya diletakkan pada penyertaan Jasa Marga dalam pembangunan ruas-ruas jalan tol baru antar kota dan antar provinsi, yang dikembangkan bersama-sama mitra usaha, dimana Jasa Marga memiliki saham mayoritas. Sesuai Undang-Undang dan peraturan yang berlaku pengusahaan jalan tol merupakan suatu perusahaan khusus yang menangani ruas tol tersebut.

Jasa Marga juga menjadi operator jalan tol yang konsesinya dimiliki oleh perusahaan lain dan pengelolaannya dilakukan melalui kantor cabang operasional.

Dari segi pelaksanaan konstruksi pembangunan jalan tol, Jasa Marga menunjuk kontraktor pelaksana berdasarkan proses seleksi (tender) yang ketat dan transparan, dengan beberapa persyaratan pokok yang harus dipenuhi. Misalnya, Jasa Marga mengharuskan kontraktor menjamin mutu jalan tol yang dibangunnya untuk sekurang-kurangnya dua tahun sejak peresmian jalan tol bersangkutan.
Ø Bidang Keuangan
Di bidang keuangan, Strategi usaha Jasa Marga adalah menggalang sumber dana yang paling efisien dari segi biaya dana, antara lain melalui pinjaman bank, penerbitan surat hutang, penjualan saham Perseroan selain juga mengandalkan arus kas dari hasil usaha sendiri.

Demi meningkatkan efisiensi keuangan, Jasa Marga terus mengupayakan sumber-sumber selain dari pendapatan tol. Hal ini antara lain diupayakan melalui pemanfaatan lahan lahan
jalan tol untuk berbagai kegiatan usaha seperti tempat peristirahatan, lokasi SPBU, penempatan ruang iklan serta jalur kabel serat optik telekomunikasi.

Dari segi efisiensi biaya dana, penarikan pinjaman jangka pendek (hutang bank) dilakukan saat masa pembangunan jalan tol, sementara re-financing dengan pinjaman jangka
panjang dilakukan setelah jalan tol beroperasi. Dengan demikian, Perseroan senantiasa memaksimalkan kekuatan keuangan perusahaan melalui perolehan pendanaan yang
paling efisien dari segi biaya.
http://www.jasamarga.com/annual_report/ar2008/foto/13.jpg
Salah satu fasilitas Tempat Istirahat di Jalan Tol Jasa Marga yang telah menghasilkan arus pendapatan baru bagi Jasa Marga.
Ø Bidang Organisasi, SDM dan Lain-lain
Dalam bidang organisasi dan pengelolaan korporasi, Jasa Marga akan menerapkan organisasi Kantor Pusat sebagai Investment Holding Company dan Kantor Cabang/Perusahaan Anak sebagai SBU (strategic business unit) operasional. Sistem
organisasi tersebut memberikan kewenangan yang lebih besar kepada kantor cabang sebagai salah satu strategi untuk menuju ke bentuk organisasi yang lebih modern. Hal ini memudahkan pencapaian sasaran-sasaran usaha di tingkat operasional, dan membebaskan Kantor Pusat untuk fokus pada pengembangan serta penerapan kebijakan usaha sesuai program kerja.
Pelaksanaan kebijakan Perusahaan serta standar baku mutu operasional dilakukan oleh sumber daya manusia yang terlatih dan berpengalaman. Untuk itu, Jasa Marga menumbuhkan budaya knowledge secara berkesinambungan, menjadikan Perseroan sebagai organisasi yang tidak pernah berhenti belajar (learning organization), dan mendayagunakan unit-unit operasional sebagai upaya empowerment dalam rangka memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan.
Untuk menciptakan Competency Management dan Value Creation, Jasa Marga menyelenggarakan pelatihan untuk calon pemimpin korporasi/manajerial secara terstruktur dan berkesinambungan. Standar proses kerja dengan ISO 9000 ditetapkan di seluruh lini organisasi, di samping pelatihan/penyegaran terhadap standar-standar proses kerja secara berkala/rutin.
http://www.jasamarga.com/annual_report/ar2008/foto/14.jpg
Kegiatan pelatihan Strategic & Business Leadership bertempat di Jasa Marga Development Center.
Sebagai bagian dari strategi pendayagunaan SDM, sistem remunerasi senantiasa disetarakan dengan standar yang berlaku di industri (best industry practice), selain
juga menyelaraskannya dengan kinerja usaha maupun kompetensi personil.
Dalam Bidang Manajemen Proses Bisnis, terutama dalam hal Manajemen Kinerja Ekselen, Jasa Marga menerapkan kriteria Malcolm Baldridge sebagai pedomannya. Selain itu, Manajemen Risiko diterapkan dengan melakukan assessment dan tindak lindung risiko terhadap program-program bernilai tinggi, dan secara bertahap mengembangkan sistem Enterprise Risk Management (ERM).
Manajemen Mutu dikembangkan melalui pembentukan budaya mutu 5Q dengan kerangka dasar ISO 9001:2000, pengembangan sumberdaya mutu ISO 9001, serta program
Pelayanan Prima yang secara bertahap terus dikembangkan menjadi sebuah sistem kendali mutu yang terpadu.
Dalam hal pelaksanaan pekerjaan karyawan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tak luput dari perhatian Jasa Marga. Program K3 akan terus dikampanyekan ke seluruh karyawan antara lain melalui upaya pembudayaan Manajemen K3 yang dilakukan dengan mengadopsi pedoman yang tertuang dalam sertifikat OHSAS 18001: 2007.
Jasa Marga melaksanakan CSR sebagai salah satu wujud kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Kepedulian Perusahaan tersebut dilakukan sejak awal proyek sampai dengan beroperasinya jalan tol antara lain dengan melaksanakan AMDAL/Analisis Mengenai Dampak Lingkungan secara konsisten sejak jalan tol itu belum dibangun serta melakukan kegiatan bantuan pendidikan, kesehatan, sosial serta program kemitraan secara berkesinambungan pada saat jalan tol tersebut sudah beroperasi.
Di bidang teknologi, Jasa Marga mengaplikasikan Sistem Teknologi Informasi (TI) sebagai bagian dari upaya memodernisasikan jalannya operasional perusahaan. Hal ini sejalan dengan misi perusahaan menjadi perusahaan yang modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol. Upaya modernisasi melalui teknologi informasi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, pertama-tama, melalui pembenahan Local Area
Network (LAN), kemudian lewat implementasi Wide Area Network (WAN) dan Entreprise Resources Planning (ERP) yang pelaksanaannya dimulai dari bidang Keuangan, SDM,
dan Supply Chain. Untuk pelaksanaan operasionalnya, tak tertutup kemungkinan TI dilaksanakan dengan memakai tenaga outsourcing.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar